Headline:
Permohonan Maaf Atas Down-Nya Website infotangerang.co.id Karena DDoS Attack
Advertisement - Scroll to continue with content

BPOM Serang Gerebek Parfum Ilegal di Ruko Rotterdam Kota Tangerang, Faizal: Akan Dirilis

Balai Besar POM mengamankan ratusan parfum yang diproduksi tanpa izin resmi.

Balai Besar POM Serang bersama petugas gabungan menggerebek sebuah ruko yang digunakan untuk memproduksi parfum ilegal. (Dok. infotangerang.co.id)

BANTEN – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang, Provinsi Banten menggerebek salah satu ruko di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPOM Serang, Faizal Mustofa Kamil membenarkan bahwa ada operasi penindakan yang dilakukan dari siang hingga malam hari di Ruko Rotterdam Business Center Jalan Prabu Kian Santang Kota Tangerang pada Kamis 9 Juni 2022.

“Ya benar ada penindakan. Dari hasil penindakan ditemukan ada produksi parfum berbagai merek,” kata Faizal saat dikonfirmasi infotangerang.co.id, Rabu (6/7/2022).

Baca juga:  Bupati Zaki Pimpin Apel Pagi di Teluknaga: Jangan Biarkan Sampah Berserakan

Dalam penindakan tersebut, lanjut Faizal, petugas menemukan ada sebuah ruko yang digunakan untuk memproduksi parfum tanpa izin BPOM. Parfum berbagai merek tersebut dijual secara online.

“Ratusan parfum kita amankan karena tidak memiliki izin produksi sesuai kewenangan kami. Parfum itu dijual melalui online,” tegasnya.

Faizal juga mengungkapkan, pihaknya akan merilis operasi penindakan yang telah dilakukan BPOM Serang di tahun 2022 ini termasuk kasus produksi parfum tanpa izin tersebut.

“Balai Besar POM di Serang akan melakukan press release dalam waktu dekat terkait operasi penindakan yang dilaksanakan di periode Januari sampai dengan Juni 2022,” pungkasnya.

Baca juga:  PNS Terduga Teroris di Sepatan Tangerang Ditangkap Densus 88

Dari informasi yang diterima pada Kamis (28/7/2022), BPOM di Serang akan menggelar pers rilis pada Jumat 29 Juli 2022.

Rilis tersebut terkait hasil penindakan obat dan makanan ilegal dan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya.

(Red)