Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
15 hari
Menuju Pelantikan Pengurus SMSI Kabupaten Tangerang

Dirjen Zudan: Negara Bisa Hemat Rp 50-100 Miliar

News  

Dirjen Zudan Fakrulloh saat launching Anjungan Dukcapil Mandiri dan sosialisasi pemanfaatan data kependudukan bagi organisasi pemerintah daerah di Kota Pasuruan, Jawa Timur. (Puspen Kemendagri/infotangerang.co.id)
Advertisement

JAWA TIMUR – Dirjen Zudan Arif Fakrulloh mengimbau para Kadis Dukcapil untuk mulai menggenjot cakupan kepemilikan identitas digital.

Penerapan Identitas Digital atau Digital ID memang tengah diujicobakan secara terbatas kepada seluruh ASN Dinas Dukcapil di 514 Kabupaten/Kota.

Tujuannya agar para pegawai Dukcapil ini dapat membantu menjelaskan penggunaan Digital ID kepada masyarakat.

“Jika identitas digital tersebut sudah resmi diterapkan, maka masyarakat akan sangat mudah mengubah dari KTP-el ke KTP digital. Bagi masyarakat yang sudah membuat identitas digital, maka mereka tidak perlu lagi memegang KTP-el secara fisik, karena KTP digital tersimpan di dalam handphone,” kata Zudan saat Launching Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) dan Sosialisasi Pemanfaatan Data Kependudukan Bagi Organisasi Pemerintah Daerah di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (27/8/2022).

Baca juga:  Kepala BSKDN Sampaikan Pesan Mendagri saat Pimpin Upacara HUT Kemerdekaan RI 

Ditjen Dukcapil Kemendagri, lanjut Zudan, menargetkan 70 persen penduduk Indonesia menggunakan KTP digital.

Baca juga:  Mendagri: Kemajemukan Bangsa Wajib Dirawat dan Dijaga

Dukcapil harus selalu merespons pengembangan teknologi informasi dan komunikasi agar bisa mempercepat proses pelayanan adminduk sekaligus menghemat anggaran.

“Dengan ID Digital dokumen KK, KTP-el kita pindahkan ke HP. Biaya pengadaan blanko KTP pun berkurang, sehingga kita akan bisa menghemat Rp50-100 miliar per tahun,” jelas Zudan.

(Rdk)

Advertisement
Scroll to Continue With Content

Iklan