Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Kontroversi Pungutan di MTSN 5 Tangerang, Orang Tua Murid: Banyak Pungutan, Bayar Perbaikan Toilet, Daftar Ulang, Pramuka

Komite sekolah seharusnya menjadi wadah aspirasi orang tua murid dan bukan menjadi perpanjangan tangan sekolah untuk melakukan pungutan yang tidak sesuai dengan aturan. Transparansi pengelolaan dana pendidikan juga diperlukan untuk mewujudkan sekolah yang bersih dari pungutan yang memberatkan orang tua atau wali murid.

Headline  

Editor: Hendra Gunawan

MTSN 5 Tangerang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Advertisement

KABUPATEN TANGERANG Orang tua murid MTSN 5 Tangerang, Pagedangan, mengeluhkan pungutan perbaikan toilet dan pelebaran musholla sebesar Rp 1,2 juta yang diminta komite madrasah.

Padahal, Permendikbud No. 44 Tahun 2012 dan Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah sudah mengatur bahwa komite sekolah dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya. Namun kenyataannya, praktik pungutan yang memberatkan orang tua murid ini malah terjadi MTSN 5 Tangerang.

“Ada bayar perbaikan toilet dan pelebaran musholla 1,2 juta. Minggu ini juga harus membayar lagi 500 ribu rupiah per siswa untuk kegiatan Pramuka, padahal hanya 4 bulan yang lalu kami baru membayar biaya daftar ulang sebesar 500 ribu rupiah,” kata salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya, Kamis (14/3/2024).

Baca juga:  Dukung Program Pemerintah, Polsek Panongan Kembali Gelar Vaksinasi Presisi

Dia menambahkan bahwa kejadian serupa telah terjadi sejak anak pertamanya masuk madrasah dan sekarang anak keduanya mengalami hal yang sama ketika masuk MTSN 5 Tangerang.

Komite sekolah seharusnya menjadi wadah aspirasi orang tua murid dan bukan menjadi perpanjangan tangan sekolah untuk melakukan pungutan yang tidak sesuai dengan aturan.

Baca juga:  Benyamin Davnie Terima Kunjungan Peserta BRIN-LDE Academy, Berharap Terbangun Komunikasi yang Intens di Bidang Ilmiah

Transparansi pengelolaan dana pendidikan juga diperlukan untuk mewujudkan sekolah yang bersih dari pungutan yang memberatkan orang tua atau wali murid.

Saat ini, orang tua murid menuntut agar pihak terkait segera mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh komite sekolah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, serta transparan dalam penggunaan dana yang dikumpulkan.

Follow Berita infotangerang.co.id di Google News

(Ard/Rdk)

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement