Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


4 Tahun Aing Tangerang, Perkuat Jati Diri Urang Sunda Tangerang

Tangerang Raya  

Editor: Redaksi

Yayasan Aing Tangerang merayakan hari jadinya yang ke 4 tahun. (Dok. infotangerang.co.id)
Advertisement

“Mun aya urang Jawa katimu jeung urang Jawa daek ngomong Jawa, mun aya urang Batak katimu urang Batak daek ngomong Batak, kuduna urang Sunda Tangerang geh mun katimu kudu daek ngaromong bahasa Sunda Tangerang, Kudu dikuatkeun Jati diri Urang Sunda Tangerang (Jika orang Jawa bertemu orang jawa mau berbicara Bahasa Jawa, orang Batak dengan orang Batak bertemu mau berbicara Batak, seharusnya orang Sunda Tangerang pun kalau saling bertemu harus mau menggunakan Bahasa Sunda Tangerang, harus diperkuat Jatidiri orang Sunda Tangerang),” kata Deden Umardani.

Baca juga:  Pemuda Kota Tangerang Masih Keluyuran di Tengah Pandemi Covid-19

Pria asli Tangerang kelahiran Desa Bojong Kecamatan Cikupa ini juga berkomentar tentang Stigma negatif yang masih menempel tentang Sunda Tangerang. Masih banyak yang berkomentar bahwa Sunda Tangerang itu kasar. Menurutnya kasar itu versi Sunda di luar Tangerang. Masyarakat Sunda di Tangerang tidak bisa dipaksakan mengikuti sistem Bahasa daerah di luar Tangerang.

Baca juga:  Ajak UKM Bangkit dari Pandemi, Alfamart dan Nestle Gelar Festival UKM Sabang-Merauke  

“Saya oge osok ngomong ka babaraha jalma, lamun aya nu ngomong ‘Aing’ ulah sok dicekanan, kajeun teuing, eta kaunikan Sunda Tangerang, mun dicekanan besing isuk na teu daek ngomong Bahasa Sunda deui (Saya juga sering berbicara ke beberapa orang jika ada yang ngomong ‘Aing’ jangan dimarahi, biarkan, itu keunikan Sunda Tangerang, kalau dimarahi khawatir besoknya tidak mau berbicara Bahasa Sunda lagi),” pungkasnya. (Fan/Red)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement