Selama proses pendorongan dengan melintasi Bir Ali, Divia menyebut secara umum tidak pernah mengalami kendala besar.
Kendala yang ada bersifat teknis, terutama terkait kesiapan bus pengangkut jemaah.
“Kemarin ada satu bus yang air toiletnya tidak ready, jadi tidak kami berangkatkan. Aturan di sini sangat ketat. Kalau bus dinilai tidak layak, maka harus dikoreksi dulu,” jelasnya.
Kemudian guna mengantisipasi lonjakan kloter, PPIH Sektor Bir Ali memiliki sekitar 30 orang petugas, untuk disebar di 8 titik lokasi.
Jumlah ini disebut Divia sebagai yang terbanyak di Sektor Bir Ali, sepanjang operasional penyelenggara haji.
“Kami siapkan 8 cek poin. Hampir di setiap lini ada petugas Indonesia, bahkan petugas dari negara lain menilai ini membantu menyukseskan ibadah haji, khususnya dari Indonesia,” katanya.
(Ard/Rdk)



