Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Dari Persaingan Menuju Sinergi: Misi SMSI se-Tangerang Raya dalam Program “Suara Kita”

Berita  

Suara kita
Tangkapan layar kanal YouTube podcast "Suara Kita" dan program "Mediantara" (Media Center Tangerang Raya).
Advertisement

INFOTANGERANG.CO.ID – Di tengah gempuran arus informasi digital yang kian deras, media lokal di kawasan Tangerang Raya meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan tengah berupaya menemukan pijakan yang kokoh.

Meski jumlahnya terus bertambah, tantangan finansial dan persaingan ketat menjadi persoalan klasik yang tak mudah diurai. Namun, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Tangerang Raya melihat tantangan ini sebagai momentum untuk bersatu, bukan terpecah.

Semangat kolaborasi menjadi napas utama dari inisiatif “Suara Kita” dan program “Mediantara” (Media Center Tangerang Raya). Kedua program ini digagas untuk menyatukan visi dan memperkuat ekosistem media di tiga wilayah tersebut, membuka jalan bagi jurnalisme lokal yang profesional dan berkelanjutan.

Tantangan Akar Rumput: Minim Pendapatan dan Kendala Birokrasi

Permasalahan yang dihadapi media lokal di Tangerang Raya bagaikan potret yang sama di banyak daerah lain. Menurut Joni Ardiansyah, Ketua SMSI Kabupaten Tangerang, potensi pertumbuhan media daring memang menjanjikan, namun sayangnya tidak diimbangi dengan kesehatan finansial yang memadai.

Baca juga:  Geger Ancaman Bom di 10 SMA Depok, Polisi: Hasil Penyisiran Sementara Nihil

“Pendapatan dari iklan, terutama dari anggaran publikasi pemerintah, sangat sulit diakses,” ungkap Joni dalam episode terbaru podcast “Suara Kita”. Ia menjelaskan bahwa birokrasi yang berbelit dan efisiensi anggaran pemerintah daerah sering kali menjadi penghalang. Kondisi ini, tak jarang, memicu media untuk mencari “jalan pintas” demi kelangsungan hidup, alih-alih fokus pada jurnalisme yang profesional dan berimbang.

Di sisi lain, Kota Tangerang Selatan memiliki dinamika yang berbeda. Sebagai kota urban dengan ekosistem digital yang matang, persaingan tidak hanya datang dari media sesama, tetapi juga dari content creator dan production house. “Kalau kita tidak mengikuti zaman, kita akan ditinggal,” ujar David, Ketua SMSI Kota Tangerang Selatan.

Baca juga:  Subkultur Ojol: Metamorfosis Raja Jalanan Menjadi Kekuatan Pengubah Baru

David menyoroti pentingnya adaptasi media dengan merangkul platform digital seperti podcast dan menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah setempat. Namun, ia menyayangkan masih minimnya sambutan pemerintah terhadap pendekatan dari SMSI, yang sebenarnya memiliki legalitas kuat di bawah Dewan Pers.

Mediantara: Jawaban atas Fragmentasi Lintas Wilayah

Melihat persoalan yang nyaris serupa di ketiga wilayah, SMSI Kota Tangerang melalui perwakilannya, Zaki, menggagas kolaborasi lintas wilayah. Gagasan inilah yang melahirkan Mediantara, sebuah inisiatif yang berupaya menyatukan visi dan program kerja.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement