Untuk itu personel polsek dibagi untuk mendatangi keluarganya untuk mengajak dan mengimbau agar anak-anaknya tidak menjadi pelaku atau korban tawuran antar remaja.
“Kami melakukan intervensi untuk memperkecil ruang untuk tidak melakukan kejahatan yang mengganggu rasa aman masyarakat. Kami tidak menunggu terjadi tapi kami mencegah agar tidak terjadi korban. Masa depan mereka masih panjang,” jelas Putra.
Polsek Neglasari sebagai garda terdepan akan terus melakukan transformasi, merubah kultur kerja dengan mengutamakan tahapan-tahapan pemolisian yang mengutamakan pencegahan atau crime prevention dari pada penegakan hukum.
Putra menyebut, penegakan hukum merupakan pilihan paling terakhir untuk level polsek, karena tolak ukur keberhasilan polisi polsek bukan berhasil menangkap pelaku tawuran tapi berhasil untuk mencegah tawuran agar tidak terjadi.
“Mindset kami sebagai anggota polri telah berubah, tidak mengedepankan penegakan hukum namun pencegahan kejahatan,” tutup Putra, perwira dengan satu melati di pundaknya.
(Fan)






