Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Fenomena Langit Langka: Gerhana Bulan Total Saros 133 Hadir pada Selasa Malam

Berita  

gerhana bulan
Ilustrasi - Fenomena gerhana bulan total.
Advertisement

INFOTANGERANG.CO.ID – Fenomena astronomi spektakuler akan menyapa masyarakat Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena ini menjadi satu-satunya gerhana di tahun 2026 yang dapat diamati secara jelas dari wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis sejajar, sehingga Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

“Jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana. Warna ini muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya merah matahari lolos mencapai permukaan Bulan,” ujar Nelly di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca juga:  Putin Tawarkan Ahli PLTN, Siap Dukung Program Nuklir Indonesia

Catat Waktunya!

Masyarakat diharapkan tidak melewatkan fase krusial ini. Meski durasi total proses gerhana mencapai lebih dari 5 jam, fase puncak hanya berlangsung singkat. Berdasarkan data BMKG, berikut jadwal pentingnya:

  • Awal Fase Totalitas: 18.03.56 WIB
  • Puncak Gerhana: 18.33.39 WIB (19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT)
  • Akhir Fenomena: 21.24.51 WIB (Bulan keluar dari penumbra)

Fase totalitas sendiri saat wajah bulan benar-benar tertutup bayangan umbra akan berlangsung selama kurang lebih 59 menit 27 detik.

Wilayah Timur Miliki Visibilitas Terbaik

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, mengungkapkan adanya perbedaan visibilitas antar wilayah:

  • Indonesia Timur: Memiliki peluang terbaik karena dapat menyaksikan gerhana sejak fase awal saat Bulan terbit.
  • Indonesia Barat: Gerhana kemungkinan baru mulai terlihat saat Bulan sudah berada pada fase totalitas atau puncak sesaat setelah terbit.
Baca juga:  Rayakan Debut Ke-10, I.O.I Konfirmasi Reuni Sembilan Anggota Mei Mendatang

Masyarakat disarankan mencari lokasi yang minim polusi cahaya dengan pandangan terbuka ke arah langit timur (tempat terbitnya bulan).

Kejadian Langka Seri Saros 133

Gerhana kali ini merupakan anggota ke-27 dari seri Saros 133. Fenomena serupa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi baru akan muncul kembali pada 13 Maret 2044 mendatang.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement