Menurut laporan, selain Zerodha dan Groww, beberapa situs lain yang dilaporkan terdampak oleh gangguan singkat Cloudflare pada Jumat tersebut antara lain Canva, Zoom, Shopify, Valorant, LinkedIn, dan Down Detector. Ketika Cloudflare bermasalah, banyak situs ikut terdampak meskipun server mereka sendiri tidak mengalami masalah.
Perusahaan yang menghasilkan hampir US$500 juta dalam satu kuartal ini menyatakan sedang menyelidiki penyebab gangguan terkini. Pihak Cloudflare juga menyatakan telah “menerapkan perbaikan” setelah gangguan tersebut memengaruhi banyak situs web global.
Gangguan ini terjadi tidak lama setelah masalah serupa pada November lalu yang sempat menyebabkan situs-situs besar seperti ChatGPT dan Spotify tidak dapat diakses. Gangguan pada 18 November tersebut sempat memicu spekulasi adanya serangan siber.
Namun, CEO Cloudflare, Matthew Prince, telah mengklarifikasi bahwa masalah sebelumnya tidak disebabkan oleh serangan siber atau aktivitas jahat apa pun. Ia menjelaskan bahwa kesalahan disebabkan oleh perubahan internal yang dilakukan perusahaan pada basis datanya, yang bertugas mengelola lalu lintas padat, melindungi dari serangan berbahaya, dan memastikan kecepatan pemuatan halaman yang cepat.
(AD/Rdk)



