Imbas dari kecelakaan ini, petugas di lapangan terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup jalur guna memfasilitasi proses evakuasi muatan PVC dan badan truk. Hal ini menyebabkan tersendatnya arus logistik menuju Jakarta serta aktivitas warga di wilayah Kosambi dan sekitarnya.
Desakan Perbaikan Infrastruktur
Kecelakaan ini memicu gelombang protes dari warga setempat yang menilai Pemerintah Provinsi Banten lamban dalam menangani kerusakan jalan. Jalur Salembaran-Kosambi dikenal sebagai urat nadi ekonomi yang padat kendaraan setiap harinya, namun kondisinya kian membahayakan pengguna jalan.
“Jangan menunggu ada korban jiwa baru jalan diperbaiki. Kami memohon perhatian serius dari pemerintah provinsi agar segera membenahi aspal yang rusak ini,” tegas Ray.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi material masih terus berlangsung. Warga berharap pemerintah segera melakukan pengaspalan ulang guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa yang mungkin berakibat lebih fatal di masa mendatang.
(AD/Rdk)



