Bahkan demi memperdalam ilmunya, peramal yang membuka praktik di Apartemen Modern Land Tangerang ini melanjutkan perjalanan ke China, negara asal pengobatan tradisional yang telah berusia ribuan tahun.
“Di sana saya mempelajari langsung filosofi pengobatan Timur, yaitu keseimbangan yin dan yang serta konsep aliran energi qi dari para praktisi dan akademisi setempat,” ujar Mbah Mijan dalam keterangannya kepada wartawan hari ini.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam perjalanan hidupnya. Pilihannya bukan bentuk penolakan terhadap masa lalu, melainkan proses pendewasaan dan transformasi.
“Pengobatan tradisional yang saya pelajari secara akademik dapat menjadi jembatan antara warisan leluhur dan pendekatan kesehatan modern,” paparnya.
Kini, Mbah Mijan lebih memilih fokus pada dunia kesehatan holistik. Ia ingin dikenal bukan lagi sebagai peramal, melainkan sebagai praktisi pengobatan yang membantu masyarakat memahami tubuh dan keseimbangan hidup.
“Perjalanan ini sekaligus menjadi pesan bahwa belajar tidak mengenal usia, dan perubahan adalah bagian dari pencarian makna hidup,” pungkas Mbah Mijan.
(AD/Rdk)



