Selain itu, jumlah pengangguran berhasil ditekan, turun 4.000 orang menjadi 7,46 juta jiwa dibandingkan Agustus 2024. Implikasinya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,91 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025.
Dari sisi permintaan domestik, kinerja juga solid. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen (yoy), didorong oleh peningkatan mobilitas penduduk, pertumbuhan transaksi digital, serta dukungan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan sebesar 5,49 persen. Kenaikan ini didukung oleh belanja barang dan belanja pegawai yang masing-masing tumbuh 19,3 persen dan 9,0 persen, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan dan menopang daya beli masyarakat melalui percepatan dan optimalisasi belanja.
Di sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan kinerja memuaskan dengan pertumbuhan 5,04 persen (yoy). Pertumbuhan investasi ini didukung oleh keyakinan yang kuat dari pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional.
Komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang stabil dan mendukung ekspansi bisnis menjadi faktor kunci di balik meningkatnya investasi. Dengan stabilitas fiskal yang terjamin dan kebijakan yang dinilai on the track, prospek mencapai target pertumbuhan enam persen pada tahun 2026 semakin realistis.
(AD/Rdk)



