“SMSI hari ini sudah ada di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Dari jalan sunyi menjadi cahaya bagi kita semua,” tambahnya.
Jurnalis sebagai Dai, Pers sebagai Pengabdian
Dalam pidatonya, Firdaus juga menyampaikan prinsip hidupnya bahwa jurnalis sejatinya adalah “dai”, pembawa pesan kebenaran bagi rakyat.
Ia menegaskan bahwa sepanjang hidupnya, dirinya tidak pernah mengambil proyek satu rupiah pun dari APBD, dan tetap konsisten berjalan di jalur jurnalisme murni meski penuh tantangan.
“Alhamdulillah, saya tetap hidup di jalan jurnalistik. Meski jalan ini sunyi, saya yakin ini jalan pengabdian,” katanya.
Firdaus menutup dengan pesan bahwa pers harus menjadi pelindung rakyat kecil, mengawal demokrasi, serta menjaga nilai-nilai keadilan dan kebenaran.
Monumen Siber Indonesia: Simbol Warisan Pers Digital
Monumen Siber Indonesia di Cilegon kini menjadi penanda bahwa perjalanan media siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perjuangan, idealisme, dan warisan besar bagi generasi mendatang.
Firdaus berharap monumen ini akan terus menjadi inspirasi bagi insan pers di seluruh Indonesia untuk menjaga profesionalisme, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Ini legacy kita. Ini warisan untuk bangsa. Dari Cilegon, untuk Indonesia,” pungkasnya.
(Ard/Rdk)



