Skema ini memiliki dua dampak positif utama:
1. Harga Pasar Tunggal: Hanya akan ada satu harga LPG 3 kg di pasaran yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
2. Penghematan APBN: Subsidi hanya diberikan kepada yang berhak, sehingga meringankan beban anggaran negara.
“Memastikan subsidi diberikan tepat sasaran hanya kepada mereka yang miskin dan tidak mampu adalah bagian dari upaya penghematan anggaran dan perwujudan asas keadilan dalam pembiayaan negara,” pungkas Eddy Soeparno.
(AD/Rdk)
Advertisement
Scroll to Continue With Content



