Penekanan pada langkah edukasi dan imbauan ini, lanjutnya, adalah arahan langsung dari Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. Meski demikian, petugas di lapangan tetap menjaga ketegasan, terutama terhadap pelanggaran yang secara langsung membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
AKP Zaeni menutup pernyataannya dengan menegaskan filosofi di balik Operasi Zebra kali ini. Polresta Tangerang ingin mengubah pandangan publik bahwa operasi lalu lintas hanya tentang sanksi dan denda.
“Operasi Zebra bukan sekadar penegakan hukum, melainkan ajakan untuk menjadi pengendara yang berbudaya, yaitu yang tertib, berempati, dan mengutamakan keselamatan,” tandas Zaeni.
Dengan mengedepankan teguran dan imbauan di hari pertama, Polresta Tangerang menunjukkan komitmen untuk membangun kesadaran kolektif demi terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab.
(AD/Rdk)



