Unit yang diuji bahkan tidak berfungsi normal dengan charger 120W resmi Xiaomi. Pengujian menunjukkan daya pengisian hanya mentok di sekitar 20W. Hasil ini mengindikasikan kemungkinan besar baterai telah diganti dengan kualitas di bawah standar original, menghilangkan solusi cepat pengisian daya yang krusial untuk perangkat gaming.
Untuk performa gaming itu sendiri, Snapdragon 888 masih menunjukkan ketangguhan. Game sekelas Mobile Legends mampu berjalan stabil 120 FPS pada suhu yang relatif aman (38–40°C). Namun, saat diuji dengan stress test, suhu perangkat melonjak hingga 56°C, menyebabkan ponsel terasa sangat panas.
Untuk game berat seperti Genshin Impact atau Wuthering Waves di setting rata kanan 60 FPS, performanya masih “oke” namun wajib menggunakan cooler tambahan (kipas pendingin) agar suhu tetap stabil dan performa tidak terganggu.
Keunggulan Abadi: Trigger Fisik dan Speaker Kelas Atas
Di luar isu teknis, Black Shark 4 Pro masih menawarkan pengalaman gaming yang unggul berkat fitur-fitur fisiknya:
- Trigger Button Fisik: Tombol bahu yang dapat muncul (pop-up) memberikan sensasi gamepad yang clicky dan responsif, jauh melampaui tombol on-screen.
- Speaker Stereo: Kualitas speaker yang dinilai di atas rata-rata memberikan pengalaman audio imersif saat bermain.
- Desain Kalem: Dibanding smartphone gaming lain, desainnya lebih elegan dan nyaman digenggam.
Sayangnya, dari segi perangkat lunak, smartphone ini sudah tertinggal. Pembaruan sistem operasi mentok di Android 11 dengan Joy UI 12.5, dan tidak akan ada update resmi lagi, menjadikannya usang dari sisi keamanan dan fitur sistem.
Sementara itu, sektor kamera utamanya (64 MP) dan selfie masih terbilang mumpuni. Namun, kamera ultrawide-nya memiliki kualitas entry-level dan performa videonya mentok di 4K 30fps dengan stabilisasi yang lumayan.
Murah, Kencang, tapi Hanya untuk yang Berani Ambil Risiko
Black Shark 4 Pro adalah paket lengkap yang unik: performa flagship harga mid-range. Namun, perangkat ini hanya direkomendasikan bagi pengguna yang siap menanggung serangkaian risiko besar, mulai dari status unit ilegal (ex-inter/IMEI rewrite) dan indikasi bekas bongkar, hingga masalah fungsionalitas utama seperti fast charging 120W yang tidak berfungsi.
Jika Anda seorang gamer yang mencari performa chipset kencang dengan budget minim dan tidak terlalu peduli dengan garansi, keaslian komponen, atau pembaruan software serta siap untuk membeli cooler tambahan maka Black Shark 4 Pro mungkin masih layak dilirik.
(AD/Rdk)



