Hasil pengecakan yang dilakukan, lanjut Achmad, saluran air yang berada persis dibawah tol JORR II tidak berjalan lancar karena kondisinya yang kecil dan banyak sumbatan.
“Jadinya aliran air ini tersumbat karena kondisi saluran air di bawah Tol itu kecil sehingga ketika hujan dengan insensitas tinggi, terjadi luapan. Kami sudah sampaikan kepada kepada pihak JORR namun baru survei dan belum ada penanganan lanjutan,” tuturnya.
Pihaknya mencatat 18 titik wilayah yang tersebar di empat Kelurahan, Kecamatan Benda terdampak genangan dengan ketinggian mulai dari 20 cm hingga 60 cm akibat luapan dari saluran air yang berada di bawah tol JORR II.
“Kami catat ada 18 titik yang terdampak dari luapan air akibat saluran air ini. Adapun titik genangan tersebut di wilayah Belendung, Jurumudi Baru, Jurumudi dan Benda,” tandasnya.
(Mad/Don)



