Sementara itu, Sekjend Banten Genius Ahmad Yani dalam momen Seba Baduy 2025 kali ini mengingatkan bahwa, dalam menjaga tradisi tidak cukup dilakukan hanya lewat spanduk, seminar, atau festival tahunan namun butuh keberpihakan nyata, terutama saat pelakunya sendiri menjalankan ritualnya dalam kesunyian.
“Kita tidak bisa terus-menerus memanen citra dari budaya tradisional tanpa pernah hadir dalam proses keseharian mereka,” ujar dia.
Ditambahkan Ahmad Yani, Seba Baduy bukan sekadar kirab adat namun merupakan napas panjang kebudayaan Nusantara yang menolak punah oleh modernitas.
“Ketika tradisi ini berjalan tanpa banyak yang menyertai, sesungguhnya kita sedang diuji. Benarkah budaya masih menjadi roh dalam kehidupan berbangsa. Atau sudah tergantikan oleh simbolisme yang hampa,” tandasnya.
“Banten Genius memilih untuk hadir tanpa pretensi, memberi tanpa pamrih, dan memahami bahwa tradisi tidak hanya untuk dipamerkan, tetapi untuk dihormati dan dijaga bersama,” pungkasnya.
Follow Berita infotangerang.co.id di Google News
(Ard/Rdk)



