Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menegaskan bahwa program fast track merupakan arahan langsung dari Raja Arab Saudi sebagai bentuk pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.
“Program fast track ini adalah instruksi langsung dari Raja Arab Saudi agar seluruh layanan kepada tamu Allah dapat dipermudah, terlebih Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, layanan fast track dioperasikan di empat bandara embarkasi di Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten), Bandara Adisoemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Di Bandara Soekarno-Hatta, layanan ini melayani 13.751 jemaah dan petugas asal embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG), 12.295 jemaah dan petugas asal Jakarta Bekasi (JKS), serta 9.218 jemaah dan petugas asal Banten (JKB). Sementara itu, di Bandara Adisoemarmo Solo melayani 29.133 jemaah dan petugas, di Bandara Juanda Surabaya sebanyak 44.080 jemaah dan petugas, serta di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 16.757 jemaah dan petugas.
Secara total, sebanyak 125.234 jemaah haji Indonesia akan menikmati layanan fast track tahun ini, termasuk penambahan layanan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Kemenhaj menegaskan bahwa perluasan layanan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi seluruh jemaah sejak dari tanah air hingga tiba di Tanah Suci.
(Ard/Rdk)



