Pengumuman ini muncul tak lama setelah pesaing utamanya di layanan streaming musik, Spotify, mengungkap bahwa mereka telah menggelontorkan dana sebesar $10 miliar kepada industri musik pada tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, 2023, Spotify mencatat kontribusi sebesar $9 miliar.
Perlu dicatat, dana yang dibayarkan YouTube tidak diterima sepenuhnya oleh penyanyi, melainkan didistribusikan kepada berbagai pihak termasuk label rekaman, penerbit, penulis lagu, dan pihak terkait lainnya.
YouTube menyatakan momentum ini didorong oleh model pendapatan bermesin ganda. Perusahaan mencatat bahwa mereka kini memiliki lebih dari 125 juta pelanggan Music dan Premium di seluruh dunia, termasuk pengguna dalam masa uji coba. Selain itu, platform ini memiliki dua miliar penonton yang secara rutin menyaksikan video musik setiap bulannya.
Dengan jangkauan global YouTube yang kini tersedia di lebih dari 100 negara dan mendukung 80 bahasa, perusahaan meyakini potensi para artis dan penulis lagu untuk membangun karier jangka panjang di platform tersebut akan terus meluas.
Dalam konteks yang lebih luas, YouTube telah menjadi kontributor besar bagi komunitas kreatif. Bulan lalu, perusahaan mengumumkan telah membayarkan total lebih dari $100 miliar kepada para kreator, artis, dan perusahaan media dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
(AD/Rdk)



