Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Tak Hanya Umat Islam, Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Dikunjungi Peziarah Beragama Buddha dan Konghucu, Ini Sebabnya

Sunan Gunung Jati diperkirakan lahir antara tahun 1448-1450 Masehi, nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah atau disebut juga Sayyid Al-Kamil.

Hikmah  

Editor: Redaksi

Makam Sunan Gunung Jati (Foto: tangkapan layar dari website Nativeindonesia)
Advertisement

HIKMAH – Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu tempat wisata religi di Cirebon. Peziarah yang datang bukan hanya dari kalangan umat Islam saja, namun tidak sedikit dari peziarah yang beragama Buddha, dan Konghucu datang berziarah ke makam tersebut.

Salah satu alasan terdapat peziarah yang beragama Buddha dan Konghucu adalah karena di kawasan Makam Sunan Gunung Jati terdapat makam istrinya yang bernama Putri Ong Tien Nio yang berasal dari keturunan Cina, tepatnya keturunan Kaisar Dinasti Ming.

Baca juga:  Wisata Religi Bersejarah di Masjid Pintu Seribu

Makam Sunan Gunung Jati terletak di Jalan Alun-Alun Ciledug, Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dilansir infotangerang.co.id dari website Nativeindonesia, nama Sunan Gunung Jati berasal dari keturunan Syarif Abdullah Umdatuddin dan Nyai Rara Santang. Nyai Rara Santang adalah putri dari Prabu Siliwangi.

Sunan Gunung Jati diperkirakan lahir antara tahun 1448-1450 Masehi, nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah atau disebut juga Sayyid Al-Kamil.

Baca juga:  Amalan Doa Nabi Sulaiman

Pada tahun 1470, Sunan Gunung Jati menginjakkan kaki di Cirebon. Kemudian pada tahun 1479, beliau diangkat sebagai Raja Cirebon ke-2 atau Kesultanan Cirebon. Sunan Gunung Jati wafat pada tahun 1568 Masehi.

Terdapat daya tarik Makam Sunan Gunung Jati salah satunya adalah 9 pintu utama, untuk menuju lokasi utama Makam Sunan Gunung Jati terdapat akses berupa tangga dan melalui beberapa pintu utama yang berjumlah 9 pintu.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement