Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Ini Kondisi Darurat Medis yang Bisa Terjadi Selama Puasa

Puasa Ramadhan membawa banyak manfaat bagi kesehatan, namun bagi sebagian orang dengan kondisi tertentu dapat menimbulkan risiko darurat medis. Kurangnya asupan makanan dan cairan dalam jangka waktu panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Turunnya kadar gula darah secara drastis dapat menimbulkan kondisi berbahaya bagi penderita diabetes maupun orang sehat. Kadar gula darah dikatakan rendah bila < 50 mg/dL.

Kesehatan  

Editor: Maya

Dok. RS Sari Asih Group/infotangerang.co.id.
Advertisement

INFOTANGERANG.CO.ID, Kesehatan – Puasa Ramadhan membawa banyak manfaat bagi kesehatan, namun bagi sebagian orang dengan kondisi tertentu dapat menimbulkan risiko darurat medis. Kurangnya asupan makanan dan cairan dalam jangka waktu panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Dokter RS Sari Asih Ciputat, dr. Boby Soeprijadi, menerangkan beberapa kondisi darurat yang perlu diwaspadai selama menjalankan ibadah puasa:

1. Dehidrasi

Menurut dr Boby, dehidrasi adalah salah satu risiko saat berpuasa, terutama jika kurangnya asupan cairan saat sahur dan berbuka.

• Gejala: Mulut kering, pusing, lemas, mata cekung, urin sedikit , bahkan pingsan.
• Penyebab: Kurangnya asupan cairan, cuaca panas, atau aktivitas fisik berlebihan.
• Tindakan: Jika mengalami dehidrasi, segera batalkan puasa dan minum banyak cairan.

Baca juga:  Mengapa Ciki Ngebul Berbahaya?

2. Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Turunnya kadar gula darah secara drastis dapat menimbulkan kondisi berbahaya bagi penderita diabetes maupun orang sehat. Kadar gula darah dikatakan rendah bila < 50 mg/dL:

• Gejala: Gemetar, keringat dingin, lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga pingsan.
• Penyebab: Puasa terlalu lama tanpa sahur yang cukup atau penggunaan obat diabetes tanpa pengawasan.
• Tindakan: Jika mengalami gejala hipoglikemia, segera konsumsi makanan dan minuman manis.

3. Hipertensi

Baca juga:  Dosis Pertama Vaksin Covid-19 Berbeda Jenis dengan Dosis Kedua, Apakah Boleh?

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

• Gejala: Sakit kepala hebat, nyeri dada, kelemahan di satu sisi tubuh atau penglihatan kabur.
• Penyebab: Stres, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak saat sahur dan berbuka, kurang minum, atau menghentikan obat hipertensi tanpa konsultasi dokter.
• Tindakan: Jika tekanan darah > 180/90 dan menimbulkan gejala diatas, segera cari pertolongan medis.

4. GERD

Perubahan porsi dan waktu makan saat bulan puasa dapat dikatakan dr Boby bisa mempengaruhi asam lambung.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement