Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Puncak Syukur Hari Jadi ke-393: Tangerang Mengaji Perkuat Pondasi Spiritual dan Sosial Masyarakat

Kabupaten Tangerang  

Puncak Hari Jadi ke-393, Ribuan warga tangerang memadati Masjid Agung Al-Amjad. / tangerangkab.go.id.
Advertisement

INFOTANGERAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang merayakan Hari Jadi ke-393 dengan menggelar kegiatan akbar Tangerang Mengaji, sebagai wujud syukur dan komitmen membangun masyarakat yang religius. Acara yang mengusung tema “Bersyukur, Berkarya, dan Berdaya” ini dipusatkan di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, pada Kamis (9/10/2025).

Ribuan warga dari berbagai kecamatan, tokoh masyarakat, dan jajaran Forkopimda memadati masjid sejak sore. Kehadiran tokoh nasional seperti Wakil Presiden ke-13 RI, Prof. Dr. (HC) KH Ma’ruf Amin, serta ulama kharismatik Abuya KH Ahmad Muhtadi, menambah khidmat dan semarak acara.

Baca juga:  Strategi Pemkab Tangerang dalam Mengurangi Sampah: Pembentukan TPS3R dan Satgas Pengelolaan

Rangkaian kegiatan diawali selepas waktu Ashar dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dzikir bersama. Selain penguatan spiritual, Pemkab Tangerang juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan total 600 paket sembako. Bantuan ini ditujukan kepada 300 pengemudi ojek daring dan 300 kaum dhuafa sebagai penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, H. Moch Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa Tangerang Mengaji jauh lebih dari sekadar perayaan seremonial. Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang dan kemajuan Kabupaten Tangerang selama 393 tahun.

Baca juga:  Bupati Zaki Terima Bantuan Penanganan Covid-19 dari BJB dan YKK AP Indonesia

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga sebagai wujud komitmen kita dalam membangun masyarakat yang religius, cerdas, dan sejahtera,” ungkap Bupati.

Ia menegaskan bahwa kemajuan sejati suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kekuatan spiritual, iman, dan akhlak masyarakatnya. Tema “Bersyukur, Berkarya, dan Berdaya” dipilih untuk menekankan pentingnya menghargai sejarah, terus berkontribusi bagi kemajuan daerah, dan menumbuhkan semangat gotong royong.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement