INFOTANGERANG.CO.ID – Pemandangan tak biasa terlihat di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada hari Senin, saat Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung menyaksikan penyerahan uang pengganti kerugian negara dari perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya.
Dana fantastis senilai lebih dari Rp13,2 triliun tersebut secara simbolis dikembalikan ke kas negara, menandai keberhasilan penting dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Presiden Prabowo tiba di kompleks Kejagung sekitar pukul 10.50 WIB, mengenakan seragam safari berwarna krem. Kedatangannya disambut jajaran pejabat tinggi negara, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal proses pengembalian aset negara hasil kejahatan ini.
Di lokasi, Prabowo langsung berdialog dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, serta Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.
Perbincangan para pejabat ini berlangsung di depan tumpukan uang tunai yang ditaksir mencapai sekitar Rp2 triliun, bagian dari total uang pengganti sebesar Rp13.255.244.538.149. Tampilan uang yang menggunung ini menjadi simbol visual betapa besarnya kerugian negara yang ditimbulkan oleh praktik korupsi CPO.



