Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Acara Diskusi Publik Kopdar III Toleransi Indonesia, Panitia: Gak Perlu Suara, Wartawan Sudah Dikasih Makan

Untuk mengikuti acara tersebut, para peserta diminta untuk mengisi daftar hadir yang terdiri dari nama, nomor telepon atau WhatsApp, serta diminta untuk mengirimkan foto KTP.

Tangerang Selatan  

Editor: Redaksi

Para wartawan yang hadir di acara Diskusi Publik Kopdar III Toleransi Indonesia yang diselenggarakan oleh Sarana Kebangsaan Indonesia (SKI). (Glend Karisoh/infotangerang.co.id)
Advertisement

TANGERANG SELATAN – Diskusi Publik Kopdar III Toleransi Indonesia yang diselenggarakan oleh Sarana Kebangsaan Indonesia (SKI) diwarnai dengan perlakuan, dan ucapan yang tidak pantas dari seorang panitia kepada wartawan. Panitia menyebut bahwa para wartawan yang datang sudah dikasih makan.

Acara diskusi publik itu berlangsung di rumah makan Remaja Kuring Buaran BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu 8 Juli 2023.

Untuk mengikuti acara tersebut, para peserta diminta untuk mengisi daftar hadir yang terdiri dari nama, nomor telepon atau WhatsApp, serta diminta untuk mengirimkan foto KTP.

Baca juga:  Ayo Ramaikan Pasar Kita Pamulang, Lapak Gratis!

Andi Salim selaku Ketua Umum Sarana Kebangsaan Indonesia (SKI) mengatakan permintaan untuk mengirim foto KTP melalui WhatsApp Group yang sudah dibuat itu hanya untuk doorprize.

“Ya dari 280 peserta yang ada di daftar list itu memang benar kami meminta dari para peserta untuk mengirimkan KTP, dan KTP itu hanya untuk mendapatkan doorprize saja,” kata Andi Salim kepada wartawan.

Baca juga:  Sayembara Logo HUT ke-15 Khusus Warga Tangerang Selatan, Pemerintah Kota Siapkan 25 Juta Rupiah

Menurut para wartawan yang hadir, permintaan untuk mengirim foto KTP dari masing-masing peserta dinilai aneh, dan ada dugaan bahwa KTP akan digunakan untuk kepentingan politik suara, jadi harus diperjelas kegunaannya agar tidak disalahgunakan

Sementara itu, salah satu panitia dengan lancang dan memperlihatkan raut muka angkuh mengatakan bahwa pihaknya tidak memerlukan suara di Tangerang Selatan, dan menyebut wartawan yang hadir sudah diberi makan.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement