Kenali 4 Tanda Bahaya Obstructive Sleep Apnea
Sebagai masyarakat yang waspada terhadap risiko Stroke, dr. Ardisa menyarankan agar tidak mengabaikan tiga gejala kunci berikut, terutama jika dialami secara kronis:
Gejala Utama :
• Mengorok keras dan tidak teratur
Dengkuran dapat terjadi hampir setiap malam, dan bisa terhenti tiba-tiba diikuti napas tersengal atau seperti tercekik.
• Sering terbangun saat tidur tanpa alasan jelas
Penderita OSA sering terbangun berulang kali di malam hari, walau kadang tidak menyadarinya
• Tidur terasa tidak nyenyak dan tidak segar saat bangun
Meskipun sudah tidur cukup lama, penderita OSA merasa lelah, mengantuk, dan kurang fokus di pagi hari.
• Rasa kantuk berlebihan di siang hari
Karena kualitas tidur terganggu, penderita OSA sering mudah mengantuk saat bekerja, menonton TV, atau bahkan saat mengemudi.
“Jika keempat gejala ini dialami, jangan tunda untuk berkonsultasi. Mendeteksi dan mengobati sleep apnea adalah langkah preventif Stroke yang sangat penting,” tegas Spesialis Saraf RS Sari Asih Ciledug ini.
Jaga Tidur, Jaga Otakmu!
Obstructive Sleep Apnea bukan sekadar gangguan tidur—ini peringatan dini dari tubuh bahwa otak dan jantung sedang kekurangan oksigen.
Jika dibiarkan, OSA dapat meningkatkan risiko hipertensi, gangguan jantung, dan stroke.
Langkah sederhana untuk mencegah dan mengontrol OSA:
• Jaga berat badan ideal
• Hindari alkohol dan rokok
• Tidur cukup dan teratur
• Jangan tidur terlentang terlalu lama jika kamu sering mendengkur
• Segera periksakan diri ke dokter bila sering mengorok atau merasa mengantuk berlebihan di siang hari
Tidur yang berkualitas sama pentingnya dengan makan sehat dan olahraga.
Dengan menjaga tidur, kamu melindungi otak dari risiko stroke dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.
Follow Berita infotangerang.co.id di Google News
(Mad/Rdk)



