INFOTANGERANG.CO.ID – Duka menyelimuti kawasan wisata Curug Goong di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Seorang wisatawan yang dilaporkan tenggelam di lokasi tersebut pada Rabu (25/3/2026) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif.
Korban diketahui bernama Fery, pria berusia 34 tahun, warga Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Ia dilaporkan hilang terseret arus saat menikmati liburan di objek wisata yang terkenal dengan aliran airnya yang deras itu.
Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengungkapkan bahwa jenazah Fery ditemukan sekitar pukul 17.10 WIB, tidak lama setelah tim penyelamat memulai proses penyisiran.
“Korban kami temukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi sekitar tiga meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam,” ujar Rizky di Pandeglang, Rabu petang.
Proses pencarian berlangsung cepat. Hanya berselang sekitar 40 menit sejak tim gabungan bergerak di titik koordinat 6°18’52.10″ LS dan 106°00’22.39″ BT, jasad korban berhasil dideteksi oleh tim di bawah aliran curug. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat medan berbatu dan arus air yang masih cukup deras.
Setelah berhasil diangkat, jenazah Fery langsung dilarikan ke Puskesmas Mandalawangi untuk menjalani pemeriksaan medis singkat. Selanjutnya, pihak berwenang menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Serang.
Keberhasilan evakuasi ini tak lepas dari koordinasi solid antarunsur. Unit Siaga SAR Pandeglang, BPBD Pandeglang, Polsek dan Koramil Mandalawangi, Unit Intel & Pam Obvit, serta Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) bahu-membahu dalam operasi pencarian. Meski cuaca di lokasi dilaporkan berawan, kondisi tersebut tidak menghambat proses evakuasi.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup,” tambah Rizky.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pahit akan pentingnya keselamatan di kawasan wisata alam. Pihak Basarnas Banten mengimbau para pengunjung untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai atau air terjun yang memiliki arus kuat serta kedalaman yang tidak terduga.
“Kami minta wisatawan tidak mengabaikan potensi bahaya. Perhatikan rambu-rambu, patuhi arahan petugas, dan jangan memaksakan diri berenang di area yang dilarang,” pesan Rizky.
Musibah yang menimpa Fery menjadi duka mendalam bagi keluarga. Namun, kerja cepat tim SAR selama 40 menit di lokasi kejadian setidaknya membawa kepastian bagi keluarga yang menanti dengan cemas sejak kabar pertama kali terdengar.
(AD/Rdk)



