Berikut adalah panduan nutrisi agar tubuh tetap bugar selama Ramadan:
- Hidrasi Bertahap: Awali dengan air putih suhu ruang untuk menghindari kontraksi lambung akibat air es.
- Glukosa Alami: Mengonsumsi kurma sangat disarankan karena mengandung serat dan fruktosa yang cepat mengembalikan energi tanpa lonjakan gula darah drastis.
- Porsi Kecil: Berikan jeda antara takjil dan makanan berat. Idealnya, makan besar dilakukan setelah Salat Magrib.
- Batasi Gorengan: Mengurangi makanan berminyak dapat mencegah kenaikan asam lambung dan mempercepat proses pengosongan lambung.
Selain aspek kesehatan, dimensi sosial Ramadan melalui tradisi “Buka Bersama” (Bukber) juga menjadi sorotan. Bukber menjadi jembatan silaturahmi yang kuat, namun di era media sosial, muncul tantangan berupa tren pamer hidangan dan risiko membuang-buang makanan (food wasting).
Nilai-nilai Ramadan yang mengajarkan keprihatinan terhadap sesama diharapkan tetap terjaga. Berbuka dengan sederhana namun bergizi dinilai jauh lebih selaras dengan esensi puasa dibandingkan pesta pora yang berlebihan. Karena pada akhirnya, kualitas buka puasa tidak terletak pada banyaknya menu, melainkan pada besarnya rasa syukur yang dirasakan.
(AD/Rdk)
Advertisement
Scroll to Continue With Content



