Selain pengelolaan uang, Permata CERITA 2026 membekali siswa dengan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital. Kemudahan menggunakan layanan keuangan melalui perangkat digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk penipuan daring dan aktivitas digital yang berisiko.

Melalui pembelajaran yang interaktif, siswa diperkenalkan pada metode 3A: Amati, Awasi, dan Adukan, serta pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi, termasuk PIN dan kode OTP. Siswa juga diajak mengenali tanda-tanda yang mencurigakan dan memahami langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi risiko, termasuk meminta bantuan orang tua atau guru jika menemukan aktivitas digital yang tidak wajar.

Pembelajaran ini menekankan bahwa kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengenali risiko dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi diri.

Dari Cinta dan Edukasi, untuk Bekal Masa Depan

Keterlibatan lebih dari 500 EVO dalam Permata CERITA 2026 turut mencerminkan peran karyawan Permata Bank dalam mendukung edukasi keuangan bagi generasi muda. Para relawan tidak hanya menyampaikan materi, tetapi mendampingi siswa melalui permainan, simulasi, dan latihan mengambil keputusan agar proses pembelajaran terasa lebih dekat dan interaktif.

Sebagai bagian dari program Permata Hati, Permata CERITA merupakan wujud komitmen Permata Bank dalam mendukung edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui literasi keuangan.

Sejak 2016 hingga 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 50.000 penerima manfaat di berbagai kota tempat Permata Bank beroperasi. Melalui Permata CERITA 2026, Permata Bank melanjutkan upaya tersebut dengan pendekatan yang semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda, termasuk dalam menghadapi perkembangan layanan keuangan digital.

Permata CERITA 2026 juga mendukung upaya peningkatan edukasi literasi dan inklusi keuangan nasional, termasuk melalui PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan) dari Bank Indonesia dalam memperkuat pelindungan konsumen, serta Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui pelaksanaan di 24 kota, Permata Bank berharap edukasi yang dimulai dari keputusan sederhana, seperti mengelola uang jajan, dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk lebih cermat mengambil keputusan, lebih bijak menggunakan layanan keuangan digital, dan lebih siap menghadapi kebutuhan finansial di masa depan.

(Ard/Rdk)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *