JAKARTA – Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri selalu berupaya mengoptimalkan pemanfaatan data nomor induk kependudukan (NIK) dalam layanan BPJS Kesehatan (BPJS-Kes) khususnya terkait dengan kepesertaan.
“Sebab NIK ini penting sekali. Dukcapil terus mendorong seluruh penduduk 271 juta semuanya sudah punya NIK. Ini untuk memudahkan dalam semua pelayanan publik, termasuk BPJS-Kes,” kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam bincang podcast yang dipandu Dirut BPJS-Kes Ali Ghufron Mufti di ruang kerjanya, Jakarta, Kamis (20/1/2022).
Bagi Dirut Ali Ghufron, NIK merupakan lompatan yang luar biasa bagi efektivitas layanan BPJSKes.
“Kalau setiap penduduk sudah teridentifikasi punya NIK, dan BPJS-Kes memanfaatkan data Dukcapil ini sesuatu yang luar biasa,” kata Ali Ghufron.
Bahkan lebih jauh, kata Dirut Ghufron, BPJSKes sedang fokus meningkatkan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk menjadikan NIK sebagai nomor kepesertaan BPJSKes.
“Mudah-mudahan dengan kerja sama yang lebih intensif, NIK akan menggantikan nomor kepesertaan BPJSKes,” tutur Ali Ghufron.



