Meski demikian, tekanan yang dialami rupiah dinilai masih relatif terbatas. Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur 19-20 Mei 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam gejolak pasar.
Pelaku pasar menyoroti langkah lanjutan BI, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta upaya mempertahankan daya tarik instrumen keuangan domestik. “Kondisi fundamental ekonomi seperti inflasi dan cadangan devisa juga akan menentukan arah pergerakan rupiah ke depan,” tambah Amru.
Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia juga mencatat pelemahan ke level Rp17.717 per dolar AS, turun dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.673 per dolar AS.
(AD/Rdk)



