“Kita bisa melaksanakan kegiatan kerja sama antar daerah, bisa dilaksanakan daerah-daerah yang memiliki produk yang berlebihan, sebagai contoh di bidang ‘A’ itu bisa bekerja sama dengan daerah yang produk ‘A’ itu diperlukan oleh mereka,” imbuhnya.
Tak kalah penting, Mendagri mendorong Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar membantu pemerintah pusat dalam mengendalikan inflasi di daerah sehingga perputaran ekonomi berjalan baik.
“Perintahkan untuk monitoring setiap hari harga barang terutama sembako, ketika itu terjadi pada satu saja yang naik, itu langsung kita cek. Ini supply-nya yang kurang atau distribusinya yang bermasalah,” tandasnya.
Dalam rapat tersebut, hadir secara langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Gorontalo, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Sumatera Barat, Bupati Banyuwangi, Wali Kota Samarinda, Wali Kota Gorontalo, dan diikuti secara virtual oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Gubernur Bank Indonesia (BI), Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Wakil Jaksa Agung, Dirut PT Pertamina, Dirut PT Telekomunikasi Indonesia, Wakil Dirut Perum Bulog, Gubernur, Wali Kota, dan Bupati se-Indonesia. (Dhi/Red)
Source: Puspen Kemendagri.



