Menurut Suwandana, berita tersebut tidak berimbang. Karena tidak ada konfirmasi terlebih dahulu dari dirinya selaku Kepala desa.
“Belum ada yang menghadap saya untuk meminta konfirmasi terlebih dahulu, padahal saya selalu ada di Kantor. Sampai saat ini yang ingin konfirmasi masih saya tunggu,” Katanya.
Sebelumnya salah satu media online memberitakan tentang “Oknum Kades Bakung Diduga Selewengkan Dana PKH.”
Imbas dari pemberitaan tersebut masyarakat luas jadi mengetahui permasalahan ini. Seharusnya teman-teman media dan LSM menjadi partner untuk membangun desa, khususnya di Desa Bakung. Media harus bijak dalam pemberitaan dan berimbang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
“Saya akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum, Saya tidak terima dengan pemberitaan yang tidak sesuai fakta,” tegas Suwandana. (Red)



