“Turis mancanegara juga perlu dibujuk kembali agar mengunjungi destinasi-destinasi favorit mereka di ASEAN. Pelaksanaannya tetap dengan mematuhi protokol kesehatan di normal baru ini. Penggunaan teknologi canggih sudah sangat bisa membantu perjalanan para turis,” tuturnya.
Webinar hybrid ini dibagi menjadi tiga sesi, dengan diawali sesi utama pariwisata bertema “Memperkuat Kerja Sama Regional untuk Masa Depan Pariwisata di Negara-negara ASEAN”. Sesi pertama ini, perwakilan negara-negara Asia akan membahas masa depan pariwisata di masing-masing negara dan kemungkinan kerja sama kawasan untuk meningkatkan industri pariwisata pasca pandemi. Di sesi ini akan ada perwakilan dari masing-masing negara dan Presiden World Tourism Forum juga akan memaparkan kondisi pariwisata global dan masa depan.
“Lalu sesi kedua tentang industri pariwisata yang tujuannya untuk menemukan kembali industri pariwisata dan model bisnis baru. Sesi ini akan menegaskan perspektif dari asosiasi pariwisata di ASEAN dan kementerian pariwisata Indonesia untuk menemukan kembali industri dan bisnis pariwisata. Mereka memaparkan peluang pasar saat ini dan apa yang diperlukan untuk menghidupkan kembali industri setelah pandemi, termasuk untuk mengantisipasi permintaan pelanggan dan mendapatkan kembali wisatawan internasional pasca Covid19,” sebut Sapta.
Menurut Sapta Nirwandardi sesi terakhir akan ada pembicara tentang cara mengaet inbestasi pariwisata yang kini terhenti. “Masa depan, pariwisata dapat menyimpan berbagai kemungkinan dan peluang bagi para investor, terutama dengan hal-hal baru yang normal dan sangat dibutuhkan penggunaan teknologi canggih. Sesi ini akan melihat dari dekat perspektif investor untuk pariwisata masa depan,” jelasnya.
Untuk target audien acara ini yakni dari biro perjalanan dan operator tur, pengusaha lokal dan asing, kelompok investasi dan bankir, perusahaan konsultan investasi, politisi, eksekutif senior, otoritas publik, ahli strategi dan ahli teknologi di industri perjalanan, terutama dari anggota ASEAN dan negara Asia lainnya.
“Yang ikut kegiatan ini akan mendapatkan gambaran dan pengetahuan tentang masa depan industri pariwisata, model bisnis baru yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali pariwisata serta peluang untuk investasi, serta kerjasama di ASEAN bahkan negara-negara Asia lainnya,” ujar Dr Sapta Nirwandar yang juga Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC). (Dhi/Red)
Source: SMSI Kabupaten Tangerang.



