“Kalau Ganjar Pranowo tidak terbuka, berarti dia tidak layak menjadi pemimpin. Tapi saya yakin Ganjar Pranowo akan terbuka,” katanya.
Tak hanya soal BPO, Emrus juga mendorong Tim Ganjar Pranowo membuka sumber pendanaan kampanye dini yang saat ini masif dilakukan melalui berbagai deklarasi relawan.
“Kalau bicara idealisme, sumber pendanaan itu harus dibuka ke publik. Kenapa? Karena mereka mengusung calon presiden yang akan memimpin bangsa ini. Kalau pengusungnya tidak mau membuka, berarti ada ketidakterbukaan komunikasi,” ujarnya, Jumat (9/9).
Tetapi, kata Emrus, secara normatif tim Ganjar Pranowo tersebut memiliki hak untuk tidak membuka sumber pendanaannya.
“Tetapi idealnya, siapapun yang mengusung calon presiden, berapapun biayanya harus terbuka ke publik. Dari mana sumbernya juga. Kalau sumbernya tidak dipublikasikan, berarti ada yang disembunyikan,” tegasnya.
Emrus menekankan, keterbukaan tersebut sangat penting sebagai bagian dari pertanggungjawaban kepada publik.
“Karena yang mereka usung calon presiden. Presiden kan pemimpinan bangsa, sementara pemimpin yang baik adalah yang terbuka,” tutur dia.
(Rdk)



