Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Ini Kondisi Darurat Medis yang Bisa Terjadi Selama Puasa

Puasa Ramadhan membawa banyak manfaat bagi kesehatan, namun bagi sebagian orang dengan kondisi tertentu dapat menimbulkan risiko darurat medis. Kurangnya asupan makanan dan cairan dalam jangka waktu panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Turunnya kadar gula darah secara drastis dapat menimbulkan kondisi berbahaya bagi penderita diabetes maupun orang sehat. Kadar gula darah dikatakan rendah bila < 50 mg/dL.

Kesehatan  

Editor: Maya

Dok. RS Sari Asih Group/infotangerang.co.id.
Advertisement

• Gejala: Nyeri ulu hati, mual, muntah, dada terasa panas, sulit menelan.
• Penyebab: Berbuka dengan makanan yg asam dan pedas, stres, atau pola makan yang tidak teratur.
• Tindakan: Jika maag kambuh, batalkan puasa dan minum obat maag sesuai anjuran dokter.

5. Heatstroke (Kepanasan Berlebihan)

Kurangnya cairan dalam tubuh saat berpuasa bisa menyebabkan heatstroke, terutama saat berada di bawah sinar matahari terlalu lama saat berpuasa.

• Gejala: Kulit panas dan kering, tubuh lemah, pusing berat, kebingungan, bahkan kehilangan kesadaran.
• Penyebab: Berada di tempat panas terlalu lama, kurang minum, dan memakai pakaian terlalu tebal.
• Tindakan: Pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, berikan air minum, kompres dengan air dingin, jika tidak membaik segera cari pertolongan medis.

Baca juga:  Magnesium: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Balik Performa Olahraga Optimal

6. Serangan Jantung atau Stroke

Puasa yang tidak dilakukan dengan bijak bisa memperburuk kondisi bagi penderita penyakit jantung dan hipertensi.

• Gejala: Nyeri dada, sesak napas, kelemahan di satu sisi tubuh, sulit berbicara, atau kehilangan kesadaran.
• Penyebab: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, dehidrasi, dan stres berlebihan.
• Tindakan: Jika mengalami gejala serangan jantung atau stroke, segera cari pertolongan medis darurat.

“Dan agar tetap sehat selama berpuasa, baiknya lakukan langkah-langkah berikut,” ujar dr dr. Boby Soeprijadi:

• Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka, seperti karbohidrat , protein, dan serat.
• Cukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka.
• Hindari makanan berlemak tinggi, pedas, atau tinggi gula yang dapat memicu masalah pencernaan dan gula darah.
• Jangan paksakan diri untuk berpuasa jika memiliki kondisi medis serius.

Baca juga:  Pentingnya Imunisasi TT bagi Ibu Hamil untuk Lindungi Ibu dan Buah Hati dari Tetanus

“Jika mengalami salah satu kondisi di atas, baiknya jangan ragu untuk membatalkan puasa dan segera mencari pertolongan medis agar kesehatan tetap terjaga. Puasa tetap bisa dijalankan dengan aman asalkan dilakukan dengan persiapan yang baik dan memperhatikan kondisi tubuh,” pesan dr. Boby Soeprijadi.

Follow Berita infotangerang.co.id di Google News

(Ard/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement