• Gejala: Nyeri ulu hati, mual, muntah, dada terasa panas, sulit menelan.
• Penyebab: Berbuka dengan makanan yg asam dan pedas, stres, atau pola makan yang tidak teratur.
• Tindakan: Jika maag kambuh, batalkan puasa dan minum obat maag sesuai anjuran dokter.
5. Heatstroke (Kepanasan Berlebihan)
Kurangnya cairan dalam tubuh saat berpuasa bisa menyebabkan heatstroke, terutama saat berada di bawah sinar matahari terlalu lama saat berpuasa.
• Gejala: Kulit panas dan kering, tubuh lemah, pusing berat, kebingungan, bahkan kehilangan kesadaran.
• Penyebab: Berada di tempat panas terlalu lama, kurang minum, dan memakai pakaian terlalu tebal.
• Tindakan: Pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, berikan air minum, kompres dengan air dingin, jika tidak membaik segera cari pertolongan medis.
6. Serangan Jantung atau Stroke
Puasa yang tidak dilakukan dengan bijak bisa memperburuk kondisi bagi penderita penyakit jantung dan hipertensi.
• Gejala: Nyeri dada, sesak napas, kelemahan di satu sisi tubuh, sulit berbicara, atau kehilangan kesadaran.
• Penyebab: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, dehidrasi, dan stres berlebihan.
• Tindakan: Jika mengalami gejala serangan jantung atau stroke, segera cari pertolongan medis darurat.
“Dan agar tetap sehat selama berpuasa, baiknya lakukan langkah-langkah berikut,” ujar dr dr. Boby Soeprijadi:
• Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka, seperti karbohidrat , protein, dan serat.
• Cukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka.
• Hindari makanan berlemak tinggi, pedas, atau tinggi gula yang dapat memicu masalah pencernaan dan gula darah.
• Jangan paksakan diri untuk berpuasa jika memiliki kondisi medis serius.
“Jika mengalami salah satu kondisi di atas, baiknya jangan ragu untuk membatalkan puasa dan segera mencari pertolongan medis agar kesehatan tetap terjaga. Puasa tetap bisa dijalankan dengan aman asalkan dilakukan dengan persiapan yang baik dan memperhatikan kondisi tubuh,” pesan dr. Boby Soeprijadi.
Follow Berita infotangerang.co.id di Google News
(Ard/Rdk)



