Distribusi ini dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan, setelah pemeriksaan medis, atau melalui kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas yang melakukan pendampingan khusus.
“Kondom dalam program kesehatan digunakan untuk pencegahan HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual) pada kelompok berisiko tinggi, seperti pekerja seks, pasangan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), dan populasi kunci lainnya,” tegas Kemenkes dalam klarifikasinya.
Berdasarkan penjelasan resmi dari Kementerian Kesehatan RI, klaim yang beredar di Facebook mengenai Kemenkes mendukung pemberian kondom gratis untuk mahasiswa merupakan informasi yang tidak benar.
Klaim tersebut disimpulkan sebagai hoaks yang berpotensi menimbulkan salah tafsir dan keresahan di masyarakat.
(AD/Rdk)



