Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Kasus Munir: Simbol Kematian Aktivis yang Mempertanyakan Keadilan dan Kekuasaan

Hukum & Kriminal  

Kasus munir
Ilustrasi - Sekelompok orang yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di ruang terbuka. Mereka membawa spanduk besar berwarna putih yang berisi pesan terkait aktivis hak asasi manusia, Munir Said Thalib.
Advertisement

Proses peradilan kasus ini menjadi panggung utama bagi budaya impunitas. Vonis terhadap Polikarpus hanya didasarkan pada pemalsuan surat, bukan pembunuhan. Puncaknya, Muchdi Purwoprandjono divonis bebas, meskipun bukti-bukti menguatkan dugaan keterlibatannya. Putusan ini menjadi cerminan bahwa sistem hukum dapat digunakan untuk melindungi kekuasaan, bukan untuk menegakkan keadilan.

Baca juga:  Kerap Meresahkan, Dua Pelaku Curas Berhasil Dibekuk Polsek Mauk

Kasus Munir bukan “kejahatan sempurna” yang berhasil, tetapi sebuah “kejahatan yang dibuat tampak sempurna” oleh kekuasaan. Manipulasi bukti, intervensi lembaga negara, dan pelemahan proses hukum berhasil melindungi aktor intelektual di balik pembunuhan ini.

Hingga kini, keadilan bagi Munir belum sepenuhnya terwujud. Perjuangan untuk menuntut keadilan bagi Munir adalah perjuangan melawan impunitas, dan menjadi tugas kolektif bagi seluruh masyarakat untuk terus menyuarakan kebenaran dan memastikan bahwa kekuasaan tidak lagi bisa bertindak di atas hukum.

Baca juga:  Digerebek Saat Beraksi: Praktik Oplosan Gas Melon ke Tabung 12 Kg di Tangerang Terbongkar

(AD/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement