Penulis Artikel: Mahasiswa LSPR Communication and Business Institute.
KABUPATEN TANGERANG – Membudayakan hidup di lingkungan yang bersih, mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business Jakarta menyelenggarakan kampanye “Peduli Lingkungan Bebas Sampah” di Kampung Cinamprak, Desa Mauk Barat, Jumat 16 Juni 2023.
Peningkatan kualitas kebersihan lingkungan akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat. Jika lingkungan bersih dan sehat, kalau sudah terbiasa akan menjadi budaya yang lebih kuat.
Oleh karena itu, kegiatan tersebut menurut LSPR penting dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keberlingan lingkungan dengan baik.
Operator Desa Mauk Barat, Syalahudin, mengungkapkan bahwa tempat pembuangan akhir atau TPA yang minim menjadi masalah utama sehingga sampah menjadi menumpuk.
“Permasalahan utama sampah menumpuk di Desa Mauk Barat terdapat pada letak Tempat Pembuang Akhir (TPA) yang minim dan jauh dari pemukiman, serta masyarakat yang kurang perhatian terhadap kebersihan lingkungan. Adapun masyarakat yang sudah paham mengenai perilaku buang sampah, namun tidak mengingatkan dan menegaskan masyarakat lainnya,” ucapnya.
Syalahudin menjelaskan salah satu dampak dari sampah menumpuk yang tidak dikelola dengan baik membuat saluran drainase mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga drainase menjadi kurang baik dan terjadi banjir.
“Kami mengharapkan bahwa nantinya ada pengangkutan sampah terjadwal di setiap RW dalam menjalankan proses pengelolaan sampah,” tutur Syalahudin.
Selain dengan mengadakan seminar “Peduli Lingkungan Bebas Sampah” LSPR juga menghadirkan pakar spesialis komunikasi yaitu Past Novel Larasaty dan Afriza Ni’matus Sa’adah selaku spesialis lingkungan.
Kampanye ini juga menerbitkan panduan digital (e-booklet) yang berisi pengenalan pengelolaan sampah yang efektif. E-booklet ini akan menjadi panduan bagi masyarakat dalam melakukan kegiatan kebersihan lingkungan dalam meningkatkan kualitas dan pemberdayaan masyarakat yang lebih terpadu.



