Ditengah pemerintah yang menyoroti serius perihal K3, lanjut Ujang Soleman, tujuannya adalah lingkungan bersih, terlebih disaat musim penghujan agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit DBD. Artinya hal ini butuh perhatian serius khususnya dalam menangani sampah.
Dijelaskan Ujang Soleman, di awal tahun dirinya menjabat sebagai lurah, pihak pengelola TPST memberi laporan terkait adanya 8 RW yang belum masuk ke TPST.
Menindaklanjuti hal itu, Ujang Soleman bersama pihak TPST melakukan rapat pertemuan dengan semua RW yang ada di Pabuaran Tumpeng. Hasil pertemuan disepakati 10 RW itu sampahnya dikelola oleh TPST Benua Lestari.
“Setelah berbicara dengan semua RW dan akhirnya kesemuanya menyadari demi terciptanya lingkungan bersih, kemudian kita berkoordinasi dengan dinas Lingkungan Hidup (LH) yang pada saat itu Alhamdulillah direspon sangat baik oleh Kabid LH pak Biceu,” terangnya.
Ujang Soleman menambahkan, semua itu dijalankan sesuai dengan SOP yang ada, dan ini menjadi berkah bagi warga masyarakat kelurahan Pabuaran Tumpeng.
“Kabid Biceu mensupport kami pada saat itu karena melihat adanya keinginan warga Pabuaran Tumpeng yang mau menjaga jangan sampai sampah itu ada dimana-mana harus disatu tempat,” imbuhnya. (Dhi/Red)



