Namun tidak semua jenis sepeda dapat dijadikan investasi dimasa depan. Seperti yang dilansir dari CNBC, pada Mei 2019, menurut Ahmad Muttaqin sebagai Ketua Brompton Monas Cycling, sepeda yang termasuk edisi khusus dan terbatas akan memiliki nilai yang cukup tinggi. Sepeda seperti Brompton ini harga jualnya akan bias lebih tinggi atau mungkin dalam 2-3 tahun ke depan. Muttaqin pun berpendapat, tidak banyak yang menjadikan sepeda ini sebagai investasi.
Kebanyakan saat ini masyarakat yang membeli sepeda justru karena memang keperluan berolahraga atau memang memiliki hobi bersepeda. Seperti halnya atlet sepeda, pasti akan menggunakan sepeda yang mahal karena mereka melihat dengan bagaimana kebutuhan yang dibutuhkan oleh seorang atlet dalam menjalankan aktivitasnya sebagai atlet sepeda.
Tentunya hal ini sangat mempengaruhi bagaimana gaya hidup masyarakat saat ini dalam memilih untuk membeli sepeda tipe dan harga seperti apa. Jika memang membutuhkan kualitas yang bagus namun tanpa harga yang tinggi seperti merek Brompton, adapun penggemar sepeda yang Pikes Gen 1 dengan beberapa penyesuaian, sehingga tampak seperti Brompton. Meskipun Pikes sudah sengaja dibuat serupa dengan Brompton, namun tetap saja terdapat perbedaan diantara keduanya.
Berbicara tentang harga, sepeda Brompton dibuat dengan kualitas terbaik dengan suku cadang yang tahan lama. Oleh karena itu, tak heran jika harga jualnya kembali tetap stabil. Perbandingan antara harga beli dan harga jualnya tidak jauh berbeda. Apalagi kalua membeli sepeda Brompton seri-seri tertentu yang merupakan hasil kolaborasi dengan merek-merek lainnya. Harga jualnya kembali bisa lebih mahal dibandingkan saat kamu membelinya untuk pertama kali.
Jika kita kaitkan dengan bagaimana kondisi perekonomian di Indonesia bahwa dugaan tentang Indonesia akan mengalami masa resesi ekonomi disaat pandemi seperti ini. Sangat jauh dengan dugaan awal yang ternyata Indonesia juah dari resesi jika dilihat pada kenyataanya bahwa warga negara Indonesia mampu membuat toko sepeda di Jerman tutup karena stok yang dijual habis.
Kepopuleran sepeda Brompton ini membuat heran para pedagang sepeda di luar negeri. Sebuah toko yang di Jerman, terdaapt salah satu yang terpaksa tutup karena Sepeda Brompton yang mereka jual habis diborong oleh warga Indonesia.
Beranjak dari hal tersebut, sepeda brompton yang memiliki harga selangit itu tidak melunturkan semangat masyarakat dimasa pandemi ini. Perekonomian yang terbilang cukup merosot membuat warga negara lain kebingungan karena hal ini justru membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong membeli sepeda Brompton untuk kepentingan olahraga atau bahkan hanya untuk eksistensi karena sepeda Brompton sedang naik daun.
Tentunya jika hal ini terus menerus terjadi pada warga Indonesia maka kemungkinan Indonesia akan mengalami resesi pada perekonomian yang ada. Dengan terjadinya hal tersebut membuat masyarakat lain resah akan ekonomi yang ada di Indonesia. Namun, dapat diprediksi bahwa sepeda Brompton ini memang lah populer karena dengan kualitas dan harga yang ada. tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sepeda Brompton ini akna menjadi hal yang sudah biasa pada masa yang akan datang.
Namun, strategi penjualan sepeda Brompton ini terbilang sangat baik. Dengan harga yang tinggi dan banyak peminatnya karena ia memiliki strategi yang selalu merilis tipe baru setiap periodenya. Sehingga penggemar sepeda pun tidak bosan dengan model sepeda yang begitu-begitu saja. Sebenarnya lahirnya sepeda Brompton ini sudah terbilang sangat lama namun baru-baru ini sepeda favorit semua orang ini terkenal dan disukai.



