Masih kata Alexander, informasi tersebut masih didalami KPK. Termasuk siapa saja orang yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Artinya itu dia punya usaha untuk pengadaan sembako atau tiba-tiba perusahaan yang baru didirikan kemudian dapat pekerjaan itu. Dia hanya ingin mendapatkan fee, itukan harus didalami,” jelasnya.
“Sebetulnya, berapa sih anggaran sembako itu yang disampaikan masyarakat,” tambahnya. (Arf/Red)


