Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Ancaman Buruh Akan Mogok Kerja, Gubernur Banten Bandingkan Gaji Tenaga Vaksin Pagi Sampai Malam Rp 2,5 Juta

Banten  

Editor: Redaksi

Buruh demo kenaikan upah. (Foto: Fandi Achmad/infotangerang.co.id)
Advertisement

BANTEN – Gubernur Banten Wahidin Halim tidak ambil pusing jika buruh melakukan mogok kerja yang akan berlangsung sejak 06-08 Desember 2021. Mogok kerja dianggapnya sebagai ekspresi kekecewaan atas kenaikan yang tidak sesuai tuntutan para buruh.

“Biar aja dia mogok, dia mengekspresikan ketidakpuasan. Tenaga vaksin dari pagi sampai malam Rp 2,5 juta gajinya,” kata Wahidin usai menghadiri acara penyerahan DIPA ke pemerintah kota/kabupaten, di Pendopo Lama Gubernur Banten, Gedung Negara Pemerintah Provinsi Banten, Serang, Senin (6/12/2021).

Pada 30 November 2021 silam, Wahidin Halim mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten bernomor 561/Kep.282-Huk/2021 tentang Upah Minimum Kabupaten dan Kota di Banten Tahun 2022.

Kala itu, buruh berdemonstrasi di depan kantor Gubernur Banten hingga malam. Namun, mereka tidak ditemui oleh perwakilan pemerintah.

Baca juga:  Optimalisasi Pelayanan, SMSI Apresiasi RSUD Berkah Membentuk Unit Baru

Meski buruh mengancam akan mogok kerja, Wahidin menegaskan tidak akan merubah keputusannya meski didemo oleh para buruh. Dirinya akan tetap pada pendiriannya lantaran besaran upah yang ditetapkan sudah berdasarkan kajian dan di ikuti oleh perwakilan buruh.

“Itu sudah maksimal, karena perintah dari pemerintah, dari pp, udah kami formulasikan sesuai hidup layak, udah dihitung, mereka juga hadir. Kalau kami tidak sesuaikan dengan PP, salah saya sebagai gubernur. Gubernur tidak akan mengubah keputusan yang sudah ditetapkan, walau terjadi mogok, sepanjang tidak ada perintah dari presiden,” jelasnya.

Melansir dari CNNindonesia.com, Selasa (7/12/2021), berikut besaran upah yang ditetapkan oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim:

  1. Kabupaten Pandeglang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 2.800.292.64.
  2. Kabupaten Lebak naik 0,81 persen menjadi Rp 2.773.590.40 dari Rp 2.751.313.81.
  3. Kabupaten Serang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 4.215.180.86.
  4. Kabupaten Tangerang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 4.230.792.65.
  5. Kota Tangerang naik 0,56 persen, menjadi Rp 4.285.798.90 dari Rp 4.262.015.37.
  6. Kota Tangerang Selatan naik 1,17 persen, menjadi Rp 4.280.214.51 dari Rp 4.230.792.65.
  7. Kota Cilegon naik 0,71 persen, menjadi Rp 4.340.254.18 dari Rp 4.309.772.64.
  8. Kota Serang naik 0,52 persen, menjadi Rp 3.850.526.18 dari Rp 3.830.549.10. (Fan/Red)
Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement