INFOTANGERANG.CO.ID – Pengalaman pahit menimpa, seorang pemudik berinisial FS dari Tangerang yang tengah menuju Palembang. Alih-alih mendapatkan kenyamanan saat beristirahat, ia justru mendapat perlakuan kasar dari oknum marbot di Masjid Jami’ An-Nur Sekayu, Musi Banyuasin, Minggu (22/3/2026).
Kejadian bermula sekitar pukul 17.30 WIB, menjelang azan Magrib. FS bersama istrinya memutuskan singgah di masjid yang berlokasi di Jalan Kolonel Wahid Udin tersebut untuk melakukan aktivitas Ishoma (Istirahat, Shalat, Mandi, dan Makan).
Saat FS tengah mandi di salah satu toilet masjid untuk menyucikan diri sebelum salat, ketenangannya buyar oleh gedoran keras pada pintu. Oknum yang diduga marbot masjid tersebut tidak hanya menggedor, tetapi juga memainkan gagang pintu dengan kasar seolah memaksa masuk.
“Orang itu menggedor-gedor pintu toilet, bahkan menaik-turunkan handle pintu dengan cepat, seperti mau memaksa membuka paksa,” ujar FS dengan nada sesal, Selasa (24/3/2026).
Akibat guncangan keras pada pintu tersebut, tas berisi ponsel pintar yang digantungkan FS terjatuh. Benturan keras itu menyebabkan layar ponsel miliknya mati total.
Upaya FS untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik justru disambut dengan ketus. Saat mendatangi rumah oknum tersebut untuk meminta klarifikasi, FS tidak mendapatkan permintaan maaf, melainkan umpatan.
“Dia malah semakin nyolot dan mengumpat saya sombong. Alasannya mau pakai toilet, padahal di sana ada beberapa toilet lain yang kosong, dan di rumah yang ia tempati pun ada fasilitas serupa,” kenang FS.
Ketegangan sempat memuncak ketika istri oknum tersebut ikut melontarkan ucapan pedas seperti “sombong” dan “numpang” kepada FS. Teriakan histeris dari pihak pengelola tersebut bahkan sempat menjadi tontonan jamaah lain yang sedang berwudu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun FS dari warga sekitar, oknum tersebut memang dikenal sering bersikap tidak menyenangkan terhadap pengunjung, terutama para musafir. Kejadian ini membuat FS merasa kecewa hingga memutuskan untuk membatalkan niat salat Magrib di masjid tersebut.
“Sangat disayangkan, masjid sebagus itu tapi oknumnya seolah tidak memiliki etika bagaimana cara memanusiakan manusia,” ungkapnya kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus Masjid Jami’ An-Nur Sekayu belum memberikan keterangan resmi. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengelola tempat ibadah mengenai pentingnya keramah-tamahan (hospitality) dalam melayani musafir, sesuai dengan nilai-nilai religius yang dijunjung tinggi.
(Rdk)



