“Dengan keterampilan tersebut, para pengurus masjid dapat lebih sigap memberikan bantuan kepada jamaah maupun masyarakat sekitar sebelum tenaga medis profesional tiba,” ujarnya.
dr.Nuly yang juga sebagai dokter spesialis Ginjal Hipertensi, menyampaikan komitmennya.
“Prokami dan IMANI Care berkomitmen mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kesehatan dasar. Dengan melibatkan pengurus masjid, manfaatnya bisa lebih luas, karena masjid adalah titik kumpul masyarakat yang strategis,” tandasnya.
Pelatihan ini masih kata dr.Nuly, diharapkan terbentuk jejaring pengurus masjid yang memiliki keterampilan dasar dalam penyelamatan jiwa. “Selain memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, kegiatan ini juga menegaskan peran masjid sebagai pusat pelayanan sosial dan kemaslahatan umat,” kata dr.Nuly.
Salah satu peserta turut memberikan testimoni dan mengapresiasi pelatihan tersebut. “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih siap dan percaya diri jika suatu saat menghadapi keadaan darurat di masjid,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan metode kombinasi teori dan praktik. Para instruktur dari PROKAMI dan IMANI Care memandu peserta menggunakan manekin khusus untuk simulasi.
Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize dan bingkisan kepada peserta dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai bentuk apresiasi.
Follow Berita infotangerang.co.id di Google News
(Ard/Rdk)



