“Sengaja kita pasang banyak biar warga punya pilihan, sekalian play bareng,” tambahnya.
Kejutan hiburan tidak berhenti di situ. Murnin mengungkapkan bahwa pada malam kedua, nuansa nostalgia akan lebih kental terasa. Pihaknya berencana menggunakan proyektor manual film seluloid 35mm (rol film) lengkap dengan sound gantung, untuk membangkitkan kenangan masa kejayaan layar tancap di era lampau.
“Besok (hari ini) masih ada lagi. Kita akan pakai proyektor manual film seluloid 35mm dengan sound gantung. Ini untuk mengenang masa jaya layar tancap zaman dulu,” pungkasnya.
Fenomena hajatan yang menghadirkan belasan layar tancap ini seketika menjadi pusat perhatian. Warga Rajeg dan Sepatan berbondong-bondong menikmati hiburan rakyat gratis yang kini semakin sulit ditemui di tengah dominasi hiburan modern.
(Rdk)



