Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Sambut Hari Kemerdekaan, PT Satu Stop Sukses Sebut Belum Merdeka: Mafia Tanah Masih Merajalela di Bencongan Kelapa Dua

Setiap memasuki hari Kemerdekaan Indonesia, dirinya masih saja terus memperjuangkan lahan yang berada di Kelurahan Bencongan-Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang saat ini dikuasai perusahaan lain dan sejumlah mafia tanah. Kismet Chandra sempat mendapat angin segar dengan adanya pergantian menteri pertanahan yakni Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Kabupaten Tangerang  

Editor: Ardiansyah

Dok. PT Satu Stop Sukses.
Advertisement

KABUPATEN TANGERANG Tanggal 17 Agustus menjadi hari paling bersejarah bagi kemerdekaan Negara Indonesia. Euforia terlepas dari penjajahan pada 79 tahun silam bergelora di seluruh tanah air, bendera Merah Putih dikibarkan sebagai tanda Indonesia merdeka.

Kendati demikian, hal berbeda selalu dirasakan Direktur PT Satu Setop Sukses (PT SSS) Kismet Chandra.

Setiap memasuki hari Kemerdekaan Indonesia, dirinya masih saja terus memperjuangkan lahan yang berada di Kelurahan Bencongan-Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang saat ini dikuasai perusahaan lain dan sejumlah mafia tanah.

Kismet Chandra sempat mendapat angin segar dengan adanya pergantian menteri pertanahan yakni Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

“Saya sebetulnya optimis dengan kepemimpinan menteri AHY dan cukup yakin kalau Agus Harimurti Yudhoyono akan menjaga nama baik ayahnya (Presiden ke-6 RI) untuk bisa menghadirkan keadilan tanpa tebang pilih, termasuk terhadap lahan hak milik kami di kavling perkebunan Bencongan, Kelapa Dua Tangerang,” kata Kismet Chandra dalam keterangan tertulis, Sabtu 17 Agustus 2024.

Baca juga:  Polemik Lahan Bencongan-Karawaci, PT Satu Stop Sukses Pertanyakan HGB PT Bina Sarana Mekar, BPN Kota Tangerang: Surat Segera Dijawab!

Kismet mengatakan, menurutnya ada dua tokoh bangsa yang dapat dijadikan pahlawan bangsa di persoalan pertanahan.

“AHY dan Jenderal Polisi Listyo Sigit dapat menjadikan pahlawan bangsa dalam persoalan pertanahan di tanah leluhur ini, dengan tidak memiliki kepentingan, beban dan tidak tebang pilih persoalan,” tuturnya.

“Sinergi dua lembaga pemerintah itu harusnya dapat lebih mampu mendeteksi akan adanya praktek praktik mafia tanah dan kiranya di penghujung periode kepemimpinan presiden ini, baik AHY maupun Kapolri dapat segera mendeteksi adanya indikasi cukup kuat perihal praktik mafia tanah oleh Yayan Permana (Selaku Ketua Paguyuban) di atas lahan 6,6 hektare milik kami PT Satu Stop Sukses,” jelas Kismet pria yang sudah berusia 82 tahun ini.

Baca juga:  Penegak Hukum Tak Berdaya, Surat Garapan Palsu Yono Karyono Lebih Sakti dari Sertifikat BPN RI Berlogo Garuda

Related posts:

Advertisement

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Iklan

Advertisement