Sejak usia 9 tahun sang ayah mengirim Syekh Asnawi ke Mekkah untuk menuntut ilmu. Kemudian di kota suci ini beliau bertemu Syekh Nawawi Al-Bantani yang kala itu menjadi Imam Masjidil Haram. Oleh sebab itu, Syekh Asnawi pun menjadi murid langsung dari Syekh Nawawi Al-Bantani yang terkenal dengan berbagai karyanya.
Karena kepandaian Syekh Asnawi yang menonjol dan juga karena sama-sama dari Banten, maka Syekh Nawawi memberikan perhatian lebih dengan mengajarkan banyak ilmu kepadanya. Hingga suatu saat dirasa cukup, maka Syekh Asnawi dipercaya mendakwahkan Islam di tanah kelahirannya, Banten.
Di tanah kelahirannya Syekh Asnawi nampak piawai dalam berdakwah sehingga menarik berbagai kalangan yang kemudian menjadi murid-muridnya. Dari sinilah kemudian Syekh Asnawi menjadi ulama terkenal dan berpengaruh.
Tahun 1937 KH Asnawi berpulang ke rahmtulloh dan dimakamkan di Masjid Salfiah Caringin. Hingga kini Masjid Salafiah Caringin dan makam beliau tak pernah sepi dari para peziarah, baik dari sekitar Banten maupun dari berbagai daerah di tanah air.
(Rdk)



