Memasuki kuil melalui gerbang utama, ada dua patung Dewa Siwa di depan pintu masuk. Di bagian atas kuil terdapat patung ganesha yang merupakan lambang hewan suci umat Hindu. Kemudian di puncak gapura dan di kiri kanan gapura terdapat arca Tuwarsakti, dewa penjaga Dewi Shri Mariamman yang cantik jelita.
Keunikan patung ini terletak pada empat tangan yang dilengkapi trisula. Di dalam kuil juga terdapat tiga tempat pemujaan. Ada patung Shri Mahawisnu, Siwa dan Brahmana di masing-masing dari tiga tempat ibadah utama.
Tiang dan lantai candi ini terbuat dari marmer, dilapisi karpet hijau, dan lampu-lampu mewah digantung di langit-langit candi yang dihiasi. Jeindahan candi ini masih sangat terpelihara dengan baik, meskipun sudah berdiri selama hampir 1 abad lamanya.
Mengenai tiket masuk, tak ada kewajiban bagi para pengunjung. Tetapi kalau berkenan, dapat memberikan seikhlasnya di kotak yang sudah tersedia di bagian pojok. Bagi para pengunjung juga harus menghormati umat Hindu yang sedang beribadah saat berkunjung kesana. Seperti melepas sepatu saat masuk dan tidak berisik agar peribadatan tetap hikmat.
Bila hendak memasuki ruangan, jangan lupa untuk meminta izin kepada penjaga kuil. Untuk mengambil foto atau gambar Kuil Shri Mariamman pun diperbolehkan tetapi harus izin dan bersikap sopan.
Berkunjung ke Kuil Shri Mariamman tersebut, ada hal penting yang wajib diketahui dan tidak boleh diabaikan. Sebab ada jam tertentu yang masih digunakan untuk keperluan ibadah. Maka itu, para pengunjung lebih baik datang saat pagi mulai pukul 10.00 hingga 15.00 waktu setempat.
(Ard/Rdk)



