Dari hasil interogasi dan bukti yang didapat, diketahui bahwa IS tidak hanya sekali melakukan pelemparan.
“Dari hasil yang didapat, IS diketahui membanting anak korban sebanyak dua kali. Pertama di matras secara tengkurap, yang kedua di kasur secara terlentang,” ungkap Kompol Bambang.
Pelaku IS juga mengakui bahwa saat ia membanting korban untuk kedua kalinya, kepala bayi tersebut sempat terkena botol susu.
“IS mengakui saat dibanting pertama, anak korban masih menangis, dan saat dibanting kedua kalinya, korban sempat merintih hingga akhirnya terdiam,” papar Bambang.
Saat ini, para saksi dan terduga tersangka IS telah dibawa ke Polres Tangerang Selatan untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait insiden penganiayaan yang berujung pada kematian sang bayi.
(AD/Rdk)



